Mahasiswa Farmasi Poltek Harber Gelar Penyuluhan Bijak Antibiotik di Desa Karangwuluh

Mahasiswa kelas 2F Program Studi (Prodi) D-3 Farmasi Politeknik Harapan Bersama (Poltek Harber) menggelar kegiatan penyuluhan dengan tema "Bijak dalam Penggunaan Antibiotik untuk Mencegah Resistensi" pada Senin, (23/5/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari Praktik Kuliah Lapangan (PKL) mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan dan dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Desa Karangwuluh, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal.
Penyuluhan diikuti oleh unsur masyarakat yang terdiri dari kader PKK, kader Posyandu, serta perwakilan perangkat desa. Acara dimulai dengan registrasi peserta, kemudian dilanjutkan sambutan dari dosen pengampu dan perwakilan desa, serta penyampaian materi utama oleh mahasiswa. Setelah sesi materi, dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang mengangkat berbagai pertanyaan seputar konsumsi antibiotik, terutama pada anak-anak dan penggunaan ulang resep obat.
Dalam sambutannya, Prasetya Putra Nugraha, selaku dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk aktualisasi bela negara melalui bidang profesi.
“Pendidikan kewarganegaraan bukan hanya tentang angkat senjata, tapi bagaimana mencintai bangsa dengan kontribusi nyata di bidang masing-masing. Dalam hal ini, mahasiswa Farmasi mencoba mengaktualisasikan ilmu yang mereka pelajari untuk masyarakat, khususnya dalam isu penting seperti resistensi antibiotik,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Sukron selaku Sekretaris Desa menyampaikan rasa terima kasih dan harapan agar informasi yang diperoleh para kader dapat disampaikan kembali kepada masyarakat luas.
“Kami dari pihak desa sangat terbuka dan mendukung kegiatan penyuluhan seperti ini. Edukasi dari mahasiswa sangat bermanfaat dan semoga bisa diteruskan oleh para kader kepada keluarga dan warga lainnya,” tuturnya.
Dalam sesi diskusi, peserta cukup antusias bertanya. Salah satunya adalah Ibu Nurtati yang menanyakan bagaimana strategi memberikan antibiotik sirup pada anak-anak yang rewel. Sementara Ibu Istiqomah bertanya apakah resep antibiotik yang sudah habis masih bisa ditebus kembali jika penyakit yang sama muncul lagi.
Kegiatan berjalan lancar dan interaktif. Mahasiswa menunjukkan kemampuannya tidak hanya dalam aspek keilmuan, tetapi juga dalam komunikasi masyarakat. Praktik lapangan ini sekaligus menjadi bukti bahwa bela negara bisa dimulai dari edukasi kesehatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
22 Juli 2025 - 10:19:44 WIB 0
Pengabidan Masyarakat Politeknik Harapan Bersama Prodi D-3 Farmasi



_-_Safar_dKurniawan_(Safar).jpg)

Tinggalkan Komentar
Email dan No. HP tidak akan kami publikasikan